Sabtu, 05 Januari 2013

PROFIL PKBM INSAN KARYA


A.       Latar Belakang

Pendidikan merupakan salah satu faktor yang sangat penting bagi upaya kemajuan suatu bangsa. Sebab pendidikan bertugas untuk meningkatkan sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan, melatih keterampilan serta menanamkan sikap dan prilaku yang baik dalam  kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pendidikan juga merupakan kebutuhan dasar (basic need) dalam kehidupan manusia.  Kebutuhan dasar ini sejatinya harus terpenuhi dalam rangka membebaskan manusia dari berbagai persoalan hidup yang melingkupinya, karena hakekatnya pendidikan adalah salah satu instrumen yang paling efektif untuk membebaskan manusia dari segala bentuk penindasan, kebodohan, kemiskinan dan ketertinggalan.

Tentu saja, merealisasikan fungsi pendidikan itu sendiri harus dilakukan melalui upaya peningkatan kualitas pendidikan  yang terintegrasi dengan proses peningkatan kualitas sumber daya manusia itu sendiri. Menyadari pentingnya proses peningkatan kualitas sumber daya manusia, maka pemerintah bersama masyarakat  telah dan terus berupaya mewujudkan amanat tersebut melalui berbagai usaha pembangunan pendidikan yang lebih berkualitas antara lain melalui pengembangan perbaikan mutu pendidikan dan pemerataan pendidikan.




Pendidikan, baik formal maupun nonformal merupakan lembaga yang berperan utama sebagai kunci untuk mempersiapkan kebutuhan masa depan bangsa berdasarkan aspek intelektual, dan memadukan aspek keterampilan dengan kepribadian. Dalam rangka pendidikan itu, pendidik dan tenaga kependidikan merupakan sosok utama yang mengemban tugas mempersiapkan masa depan anak bangsa. Pendidikan masa depan tidak hanya dirancang untuk memenuhi kebutuhan pengembangan ekonomi, tetapi juga mempersiapkan kebutuhan pasar kerja dalam membangun masyarakatnya.


Sektor pendidikan saat ini telah berada pada era globalisasi yang sesungguhnya, dimana informasi dan komunikasi yang berkembang pesat seirama dengan kemajuan teknologi yang mengakibatkan persaingan ketat. Proses belajar mengajar bukan hanya mengarah pada hasil hafalan belaka, melainkan bagaimana melatih peserta didik untuk berpikir, bertindak dan menghayati (learning to think, learning to do, leraning to be).  

Tanggung jawab pembangunan pendidikan sebagaimana yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tidak saja menjadi tanggung jawab pemerintah namun juga menjadi tugas dan tanggung jawab bersama antara masyarakat dan pemerintah. Akselerasi tujuan pendidikan pada prinsipnya harus dilaksanakan oleh lembaga Pendidikan Formal, non formal dan informal yang menjadi bagian tak terpisahkan dalam mewujudkan tujuan pendidikan Nasional




Fakta dimasyarakat menunjukkan bahwa keberhasilan pendidikan persekolahan belum mampu menjangkau pemerataan pendidikan kepada masyarakat. Itulah sebabnya pendidikan non formal menjadi faktor yang penting guna tercapainya pemerataan pendidikan.

Diakui atau tidak saat ini jumlah siswa yang terancam putus sekolah terus meningkat, khususnya siswa pada jenjang pendidikan dasar Sembilan tahun.  “Bank Dunia dalam laporannya mensinyalir bahwa dampak dari krisis ekonomi yang tidak kunjung usai, adalah anjloknya Angka Partisipasi Sekolah (APS), terutama anak-anak yang berasal dari keluarga miskin.  Serta merosotnya kualitas sekolah, yang sebenarnya sebelum krisi sudah sangat mengkhawatirkan (Basrowi, 2006).

Pendidikan adalah hak dan kewajiban bagi seluruh warga Negara sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Dasar 1945.  Nuansa “privatisasi” atau upaya pergeseran tanggung jawab dari pemerintah kepada swasta dan masyarakat dalam penyelenggaraan  dan pembiyaan pendidikan terutama untuk pendidikan dasar sembilan tahun, sudah terlihat dalam legalitas.  Peran serta masyarakat ini diantaranya didasari oleh semakin tingginya biaya pendidikan yang ditanggung oleh pemerintah.  Selainitu keterlibatan masyarakat ini diamanatkan dalam Undang-Undang20 tahun 2003, tentang sistim pendidikan nasional yang menyatakan bahwa “Masyarakat berkewajiban memberikan dukungan sumberdaya dalam penyelenggaraan pendidikan”.  Sehingga tanggung jawab pembangunan pendidikan tidak saja menjadi tanggung jawab pemerintah namun juga menjadi tugas dan tanggung jawab bersama antara masyarakat dan pemerintah. Akselerasi tujuan pendidikan pada prinsipnya harus dilaksanakan oleh lembaga Pendidikan Formal, non formal dan informal yang menjadi bagian tak terpisahkan dalam mewujudkan tujuan pendidikan Nasional.



Berdasarkan hasil survey dan studi lapangan yang kami lakukan di Desa Benda Baru Kecamatan Pamulang pada tahun 2010; Jumlah penduduk 15.179 orang dengan pendidikan SD saja : 821 (sudah berkeluarga dan belum), SMTP saja ; 937 orang  ditambah yang  putus sekolah dan  Drop out. Kondisi ini sangat ironis sebab disatu sisi  Pamulang Ibu Kota Tangsel (saat ini) merupakan wilayah yang jantung kota  Tangerang Selatan Provinsi Banten, disisi lain masih banyak masyarakat yang belum menikmati pendidikan.

Sebagai lembaga swadaya masyarakat yang ikut prihatin dan merasa turut bertanggung jawab terhadap fenomena sosial tersebut, maka Yayasan Insan Indonesia Berkarya melalui PKBM Insan Karya mulai berperan aktif untuk memfasilitasi penyelenggaraan pendidikan non formal berbasis pada masyarakat. 

Penyelenggaraan pendidikan sesungguhnya menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat. Melalui adanya PKBM Insan Karya diharapkan peran masyarakat yang telah ada dapat menjadi lebih terarah dan terencana.  Kepedulian masyarakat terhadap pendidikan diharapkan menjadi sangat tinggi dan mampu berperan aktif sesuai dengan tata laksana yang benar.




PKBM Insan Karya melibatkan banyak komponen masyarakat untuk menjadi penguat organisasi, sebagai pengajar dan juga sukarelawan.  PKBM Insan Karya bersama masyarakat ingin mewujudkan pendidikan nonformal gratis yang dapat merangkul masyarakat menengah ke bawah yang tidak mendapat akses pendidikan formal atas berbagai alasan atau pun anak putus sekolah karena kesempitan ekonomi.
         
PKBM Insan Karya digagas dalam rangka menyiapkan peserta didik berkualitas melalui pendidikan Anak usia dini, pendidikan kesetaraan, pendidikan  keaksaraan dan  berkelanjutan yang dilaksanakan secara efektif dengan mengkedepankan kualitas pembelajaran yang sistematis dan terpadu.




Penyelenggaraan Program, dirancang untuk memberikan bekal pengetahuan, keterampilan, sikap dan kemampuan yang dapat dimanfaatkan untuk bekerja dan usaha sendiri. Sementara untuk Paket A / B / C dirancang untuk memberikan kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. (Paket A ke Paket B, Paket B ke Paket C dan Paket C ke Perguruan Tinggi.



Pendekatan yang digunakan oleh PKBM  Insan Karya adalah  Pertama  dengan (Educational Inclusion Paradigm), dimana masyarakat dan pemerintah merupakan satu keterikatan dalam pendidikan untuk membangun pendidikan di Indonesia. 
Kedua sebagai “ Stakeholder “  dalam mewujudkan Tujuan Pendidikan  dengan melakukan Peningkatan Concern Stakeholder antara pemerintah dengan masyarakat untuk meningkatkan sumber daya manusia, Peningkatan  mutu pelayanan  sebagai suatu sistem yang dikembangkan dalam menyerap masyarakat sasaran, penataan kemitraan dengan dunia kerja, lapangan kerja baik instansi pemerintah maupun swasta untuk menyalurkan para lulusan, agar mereka diterima di tempat kerja.
Ketiga  pendekatan  “ Network Development ”    yaitu pembinaan usaha kecil dengan peningkatan mutu produksi melalui pelatihan-pelatihan, pengembangan market dengan menambah network marketing dan menguatkan akses permodalan ke instansi terkait, PKBL BUMN (Program Kemitraan dan Bina Lingkungan), perbankan dll. Diharapkan usaha kecil semakin menguat dan meningkatkan kesejahteraan dan pendapatan. Pembinaan usaha dilakukan terhadap usaha perorangan maupun yang berbadan hukum (koperasi /cv).


B. VISI DAN MISI

b.1 Visi
Terwujudnya PKBM sebagai gerakan masyarakat akar rumput yang efektif untuk mengatasi membantu persoalan pendidikan, kemiskinan dan Insan Karya.

b.2 Misi
b.2.1 Mewujudkan PKBM yang partisipatif, mandiri, berkelanjutan dan mampu
          menyelenggarakan program-program yang bermutu .
b.2.1 Mewujudkan kesadaran yang luas seluruh lapisan masyarakat akan
         pentingnya PKBM bagi pembangunan masyarakat dan bersedia
         berpartisipasi untuk mendukungnya baik secara langsung maupun tidak
         langsung.
b.2.3 Mewujudkan jaringan kerjasama yang positif, konstruktif, dan kuat  baik
         sesama PKBM maupun antar PKBM dengan berbagai Lintas sektoral,
          lembaga usaha, lembaga pendidikan, lembaga kemasyarakatan,
          lembaga keagamaan dan yang lainnya, di tingkat lokal, nasional, maupun
          internasional dalam rangka pembangunan masyarakat.

C. Tujuan


1.  Mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas
2.  Menyiapkan peserta didik memiliki pengetahuan, keterampilan life skills dalam upaya   membangun kemandirian dan pemberdayaan masyarakat.
3.  Menciptakan tenaga kerja terampil, mandiri dan professional agar berdaya saing tinggi serta membuka lapangan kerja baru 


D. Struktur Pengurus PKBM


Pembina                      :     Ir. Rifat Saugi MM
           Ir. Hj. Feb Amni Hayati
                                               

Ketua                          :     Eko Susetyo                       
                                         M. Soleh                             

Sekretaris                    :     Anwar S                            
                                          Chandra D                        

Bendahara                   :     Januri.P                             
                                         Anah                                 

Kordinator TBM            :      Nining.A                            
`                                         Yahya.S                             

Kordinator Kejar Paket :       Syadiah, S.Pd.I                 
                                           Lia Supandi                       
                                           Dewi Mayangsari

Kordinator Kemitraan   :       Burhanudin

Kordinator Beasiswa     :       M.Ghozali                             

Koordinator TBM          :       M. Januri
Kordinator                   :       Anwar Syueb.
Kordinator Paket C       :       Isti Hanif, SAg                 
kejuruan                              Lilih Solihah
                                           Dewi Sartika

PROFIL YAYASAN INSAN INDONESIA BERKARYA



Yayasan ini digagas dalam rangka untuk dapat memberikan wadah kepada masyarakat agark dapat turut berperan aktif dalam mengupayakan peningkatan taraf kehidupannya melalui sektor pendidikan, sosial dan kebudayaan.  Yayasan Insan Indonesia Berkarya berfungsi sebagai wadah pemberdayaan masyarakat untuk membantu kelompok-kelompok masyarakat agar mereka memiliki posisi seimbang dengan kelompok masyarakat lainnya yang lebih mapan dalam kehidupan sosial maupun ekonominya.   Yayasan Insan Indonesia Berkarya dalam pergerakannya mencoba merangkul komponen-komponen dari Dinas, Instansi Pemerintah, Pelaku Usaha dan Masyarakat untuk membuat kegiatan secara terpadu sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan di dalam masyarakat itu sendiri.

Yayasan Insan Indonesia Berkarya, tumbuh dan berkembang dari bawah  (button up) dan diharapkan dapat menjadi lembaga yang mandiri dan mengakar di masyarakat.  Sehingga Yayasan menjadi elemen kekuatan masyarakat serta dapat turut serta menggalakkan dan meningkatkan gerakan moral melalui kegiatan pendidikan , keterampilan dan usaha, menuju kesejahteraan masyarakat dalam bidang sosial, ekonomi dan budaya.

Yayasan Insan Indonesia Berkarya, berupaya membuat terobosan membentuk suatu lembaga kemasyarakatan dengan program menyentuh langsung kepada masyarakat dengan pola minim struktur kaya fungsi agar pelaksanaan program dilandasi dengan aktivitas efesiensi dan efektif.
           
Yayasan Insan Indonesia Berkarya, dalam pelaksanaan kegiatan pendidikan kemasyarakatannya  memfokuskan bidang pendidikan non formal dengan pendekatan budaya masyarakat Tangerang Selatan yang Cerdas, Modern, Religius.  Hal ini dimaksudkan agar masyarakat Tangsel tidak hanya berfokus pada pendidikan formal dan juga terbatas pada pencari lapangan kerja.   Tetapi ke depan bersama Yayasan Insan Indonesia Berkarya, masyarakat Tangsel yang tidak dapat menikmati fasilitas pendidikan formal karena berbagai keterbatasan dapat saling bahu membahu untuk menyelenggarakan dan mengikuti pendidikan non formal.  Selain itu kami juga mengarahkan lulusan PKBM Insan Karya dan masyarakat sekitar untuk tidak hanya mencari lowongan kerja tetapi sedapat mungkin dapat menciptakan lapangan kerja baru melalui kegiatan wiraswasta.  Dan di masa yang akan datang akan terbentuk generasi yang siap dan mampu bersaing dalam era globalisasi.

Untuk dapat turut berperan aktif dalam membantu penyelenggaraan pendidikan berbasis masyarakat maka Yayasan Insan Indonesia Berkarya, melalui PKBM Insan Karya menyelenggarakan kegiatan-kegiatan, diantaranya: Pendidikan Kesetaraan Paket A, B, C, Taman Bacaan Mayarakat (TBM), Life Skill  untuk Budidaya Ikan Air Tawar, Pengolahan Abon Lele, Pembuatan Sendal, Latihan Ketrampilan merajut dan pembuatan asesoris wanita, Pembuatan Kerajinan dari bambu dan lain-lain.  





Di samping itu Yayasan Insan Indonesia Berkarya juga memberikan bantuan berupa santunan pendidikan untuk anak-anak Yatim dan duafa yang berada di wilayah desa Benda Baru (daftar anak asuh terlampir).  Santunan pendidikan kepada anak-anak asuh tersebut disampaikan langsung kepada sekolah sebagai pemotongan uang SPP ataupun biaya-biaya yang terkait langsung dengan sekolah anak tersebut.


Selain bergerak di bidang pendidikan, kami Yayasan Insan Indonesia Berkarya, juga berusaha untuk meningkatkan kemampuan dan kelayakkan hidup masyarakat dengan membangkitkan semangat wirausaha.  Sampai saat ini kami menjalin kemitraan dengan usaha-usaha kreatif yang berkembang di masyarakat melalui bantuan permodalan.  Sisitim bantuan permodalan yang digunakan adalah sistim bagi hasil.   Dimana penggrajin atau pedagang memberikan 10-30 % dari keuntungan bersihnya per bulan.  Jika usaha mereka sudah mulai menguat, maka mereka dapat mengembalikan pokok pinjaman tanpa dikenakan bunga.



Semua yang dilalukan oleh Yayasan Insan Indonesia Berkarya berawal dari masyarakat. Dan pada pelaksanaannya juga digerakkan oleh masyarakat.  Dari masyarakat, untuk masyarakat dan karena masyarakat, itulah yang menjadi landasan pergerakan dari seluruh kegiatan Yayasan Insan Indonesia Berkarya.  Pengajar pada kegiatan belajar di PKBM maupun bimbingan belajar anak-anak diambil dari sukarelawan yang berasal dari masyarakat setempat.

Yayasan Insan Indonesia Berkarya juga menjalin kerjasama dengan mahasiswa dalam penyelenggaraan pendidikan kesetaraan paket A, B, C di Universitas Islam Negri.  Dalam kerjasama ini kami hanya memberikan pengarahan dan acuan pelaksanaan kegiatan dan selebihnya kami memberikan otonomi kepada mahasiswa UIN untuk menyelenggarakan Kegiatan tersebut di lingkungan mereka. 



Kegiatan lain yang dilakukan oleh Yayasan Insan Indonesia Berkarya adalah menjalin kemitraan dengan Organisasi Massa yaitu IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) dan LABAS (Laskar Banten Sejati).  Dalam kemitraan tersebut kami mecoba untuk melakukan hubungan mutualisme, dalam arti hubungan yang saling menguntungkan.  Mencoba untuk menyatukan kekuatan untuk mengerakkan, memajukan dan memotivasi masyarakat menuju kehidupan yang lebih baik.   Kami juga turut mendukung dan menjaga budaya asli setempat berupa kesenian bela diri Pencak Silat. 


Demikianlah gambaran kegiatan Yayasan Insan Indonesia Berkarya, yang selalu berasal dan digali dari masyarakat setempat.  Sehingga apa yang akan dilakukan Yayasan adalah apa yang kebutuhan dan harapan masyarakat itu sendiri.  Kami ingin program dan kegiatan yang dilakukan oleh Yayasan Insan Indonesia Berkarya mendapat peran partisipatif  dan juga apresiasi positif dari masyarakat.  Bukan hanya sekedar meciptakan program kegiatan dengan pendekatan dari atas (Top Down)  yang  terkadang ,justru masyarakat tidak tahu dan merasa tidak dilibatkan dalam program tersebut,  serta  merasa hanya dipakai sebagai obyek bukan subjek.  Dari masyarakat untuk masyarakat itulah yang menjadi landasan dari kegiatan Yayasan Insan Indonesia Berkarya.